Tuesday, March 21, 2017

SAP Kesehatan Reproduksi



SATUAN ACARA PENDIDIKAN KESEHATAN

Topik               : Kesehatan Reproduksi Remaja 1
Sasaran            : Anggota Karang Taruna Fortuna Desa Wringinanom
Hari/Tanggal   :      April 2017
Waktu                         : 60 menit

I.            Tujuan Instruksional umum
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan siswa diharapkan mengetahui tentang kesehatan reproduksi
II.            Tujuan Instruksional Khusus Setelah diberikan penyuluhan diharapkan pesena mampu :
1.      Menyebutkan pengertian dan cara memelihara kesehatan organ organ reproduksi
2.      Menyebutkan organ reproduksi dan fungsi organ reproduksi
3.      Menyebutkan tanda tanda pubertas
4.      Mengetahuai Kehamilan
III.            Materi
1.      Pengertian kesehatan reproduksi
2.      Organ reproduksi dan fungsinya
3.      Cara menjaga kesehatan reproduksi
4.      Tanda tanda pubertas
5.      Kehamilan
IV.            Metode
1.      Ceramah
2.      Mengisi kuesioner
3.      Tanya jawab
V.            Media
1.      Power point
2.      Booklet
VI.            Pengorganisasian
Penyaji        : Ahmad Diyan Wicahyo
Moderator : Ach Humaidi
Fasilitator   : Hagi K
Job Description
1.    Moderator       : Mengarahkan jalannya acara
2.    Penyaji            : Menyampaikan materi penyuluhan
3.    Fasilitator        : Membantu mengarahkan peserta untuk mengisi kuesioner sesuai petunjuk dan mengikuti acara pendidikan kesehatan dengan baik

VII.            Kegiatan Penyuluhan
NO
WAKTU
KEGIATAN PENYULUHAN
KEGIATAN PESERTA
1
10 menit
Pembukaan
a)      Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam
b)      Memperkenalkan diri
c)      Menjelaskan dari penyuluhan
d)     Menyebutkan materi yang akan diberikan
e)      Menyampaikan kontrak waktu
Mendengarkan pembukaan yang disampaikan oleh moderator
2
30 menit
Pelaksanaan
Penyampaian materi ileh permateri :
a)    Menggali pengetahuan peserta tentang kesehatan reproduksi dan memberikan pritest lembar koesioner.
b)   Menjelaskan tentang pengertian kesehatan reproduksi
c)    Menjelaskan tentang organ reproduksi dan fungsinya
d)   Menjelaskan cara menjaga kesehatan organ reproduksi
e)    Menjelaskan tanda-tanda pubertas
f)    Menjelaskan tentang tanda pubertas
g)   Menjelaskan tentang kehamilan
Mendengarkan dan memberikan umpan balik terhadap materi yang disampaikan
3
5 menit
Tanya jawab
Memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya tentang materi yang kurang dipahami
Mengajukan pertanyaan
4
10 menit
Evaluasi
Menanyakan kembali kepada peserta tentang materi yang telah diberikan dan memberikan reinforcement kepada peserta yang dapat menjawab pertanyaan
Menjawab pertanyaan

VIII.            Kriteria Evaluasi
1.      Evaluasi Struktur
a)      Peserta hadir ditempat penyuluhan
b)      Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di ruang kelas VII SMP Islam Ruhama Ciputat
2.      Evaluasi Proses
a)      Pesena antusias terhadap maten' penyuluhan
b)      Peserta mengajukan penanyaan dan menjawab penanyaan secara benar
3.      Evaluasi Hasil
Setelah penyuluhan diharapkan sekitar 90% peserta penyuluhan mampu mengerti dan memahami penyuluhan yang diberikan sesuai dengan tujuan khusus.







KESEHATAN REPRODUKSI

A.    Pengertian Kesehatan Reproduksi
Kesehatan reproduksi adalah keadaan sejahtera flsik. mental, dan sosial yang utuh, bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan. tetapi dalam segala hal yang berhubungan dengan sistem reproduksi dan fungsi sena proses prosesnya.
Kesehatan reproduksi adalah kemampuan untuk mengonlrol dan menikmati perilaku seksual dan reproduksi sejalan dengan etika sosial dan personal; kebebasan dari rasa takut. rasa malu. rasa bersalah, prasangka dan faktor psikologis Iainnya yang menghambat respon seksual dan menghalangi relasi dengan sesama; kebebasan dan kelainan organic, penyakit. maupun definisi yang berhubungan dengan fungsi reproduksi
Kesehatan reproduksi remaja adalah suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem (fungsi, komponen dan proses) reproduksi yang dimiliki oleh remaja.
B.     Organ Reproduksi dan Fungsinya
Organ reproduksi wanita:
l) Vulva disusun oleh jaringan lemak, disebut juga Monspubis. Pada bagian bawah dari monspubis terdapat suatu lipatan yang bexjumlah sepasang yang disebut dengan labiamayora (bibir besar). Setelah puber labiamayora akan ditumbuhi rambut. Pada bagian lebih dalam dari labiamayora terdapat pula lipatan yang kedua berjumlah sepasang yang disebut dengan labiaminora (bibir kecil). Kedua lipatan ini berfungsi untuk melindungi vagina. Saluran yang langsung berhubungan dengan vulva adalah uretra dan vagina.
2) Klitoris Klitoris banyak terdapat pembuluh darah dan ujung ujung saraf perasa. Hal ini yang membuat klitoris sangat sensitif terhadap rangsangan dan bisa mengalami ereksi. Klitoris merupakan penonjolan kecil yang sangat peka (homolog dengan penis pada pria). Di bawah klitoris terdapat uretra, yaknl muara saluran kencing. Kemudian, di bawah kliloris juga terdapat bagian yang mengelilingi tepi ujung vagina. Bagian yang dimaksud yakni selaput dara atau hymen. Hymen berselaput mukosa dan mengandung banyak pembuluh darah.
3) Perineum merupakan jaringan yang terletak diantara vagina dan anus.
4) Kelenjar susu, kelenjar ini bukan bagian dan' sistem mproduksi, tetapi sangat panting dalam reproduksi mamalia.
Luar Alat Reproduksi wanita.jpg
5) Uterus (rahim) merupakan suatu rongga penemuan dari dua saluran tuba fallopii bagian kiri dan kanan. Uterus mempunyai beberapa lapisan penyusun, yakni lapisan terluar (perimetrium). lapisan tengah yang berotot (miomezrium). dan selaput rahim/lapisan lerdalam (endometrium). Lapisan endometrium mengandung banyak pembuluh darah dan lendir. Ketika teljadi ovulasi, lapisan endometn'um akan menebal, tetapi ketika menstruasi lapisan endometrium akan meluruh. Fungsi uterus adalah sebagai tempat menempelnya janin.
6) Serviks (leher utems) Serviks merupakan uterus bagian bawah yang membuka kc arah vagina. Serviks biasanya merupakan penghalang yang baik bagi bakteri, kecuali selama masa menstruasi dan selama masa ovulasi (pelepasan sel telur). pada saat ovulasi kelenjar penghasi] lendir di serviks juga mampu mcnyimpanspenna yang hidup selama 2 3 hari. Sperma ini kemudian dapat bergerak ke atas melalui korpus dan masuk ke tuba fallopii untuk membuahi sel telur. Oleh karena itu, hubungan seksual yang dilakukan dalam waklu l 2 hari sebelum ovulasi bisa menyebabkan kehamilan.
7) Tuba falopii. berjumlah sepasang berfungsi menyalurkan se] telur dari ovarium menuju uterus dan menyediakan lingkungan yang cocok untuk pembuahan dan perkembangan sel telur sebelum pembuahan.
8) Ovarium terletak di sebelah kiri dan kanan rahim. Sepasang ovarium ini secara bergantian memiliki tugas memproduksi telur setiap bulan. Umumnya se] telur diproduksi setiap 28 hari. Pada saat folikel telur tumbuh, ovarium menghasilkan hormon estrogen, dan setelah ovulasi menghasilkan hormon progesteron.
d2787-organreproduksiwanita2.png
Organ reproduksi pria :
1)      Penis, yaitu alat kelamin pada pria yang juga berfungsi sebagai organ ekstemal untuk urinisasi. Terdiri dari badan dan batang penis, badan organ penis ini yang masuk ke vagina selama berhubungan seksual. Penis dapat mengalami ereksi. Ereksi yaitu penegangan dan pengembangan penis karena terisinya saluran penis oleh darah. Apabila rangsangan ini terus menerus texjadi, sperma akan keluar melalui uretra. Keadaan ini disebut ejakulasi.
2)      Skrotum disebut juga kantong pelir, yaitu organ yang tampak dari luar berbentuk bulat, terdapat 2 buah kiri dan kanan, berupa kulit yang mengkerut dan ditumbuhi rambut pubis.
male1.jpg
3)      Testis, yaitu merupakan isi skrotum berfungsi untuk menghasilkan sperma dan memproduksi hormone. Salah satu hormone yang dihasilkan adalah hormonetestosterone yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan seks sekunder.
4)      Epididimis, yaitu saluran yang menghubungkan antara testis dengan vas deferens. Dalam epididimis sperma yang dihasilkan di dalam testis akan ditampung untuk beberapa saat, kurang lebih 2 minggu sampai menjadi sperma menjadi matang.
5)      Vas deferens. saluran untuk mengangkut spen'na ke vesikulaseminalis (kantung sperma). Epididimis dan vas deferens merupakan salah satu kantung cadangan yang menyimpan sel sperma sementara waktu dan tempat pendewasan sel sperma sebelum dikeluarkan. Setelah dari vas deferens, mani yang terbentuk akan dialirkan ke duktus ejakulatoris.
6)      Uretra adalah saluran yang menghubungkan kantung kemih ke lingkungan luar tubuh. Uretra berfungsi sebagai saluran pembuangan baik pada sistem kemih atau ekskresi maupun pada sistem seksual. Pada pria, uretra berfungsi juga dalam sistem reproduksi sebagai saluran pengeluaran air mani.
7)      Vesikaseminalis, adalah salumn yang terletak di alas dan bawah kandung kemih. Vesikulaseminalis menghasilkan 60% dari volume total semen. Cairan dan vesikulaseminalis berwarna jernih. kental mengandung lendir. asam amino. dan fruktosa. Cairan ini berfungsi memberi makan sperma.
8)      Kelenjar prostat tersusun melingkar, terletak pada bagian alas uretra dan di bagian bawah kamong kemih yang merupakan penemuan antara uretra dengan vas deferens.





C.    Cara Memelihara Organ Reproduksi
Memelihara organ reproduksi wanita:
1)      Membilas vulva dengan air bersih setiap kali selesai buang air kecil atau buang air besar. Membasuh dengan air bersih dari arah depan ke belakang. Kemudian keringkan menggunakan tisu sekali usap sebelum menggunakan celana dalam, karena jika organ dibiarkan lembab maka jamur akan mudah tumbuh menyebabkan rasa gatal.
2)      Ganti celana dalam minimal 2x sehari. Pilih celana dalam yang mudah menyerap keringat, misalnya bahan katun. Hindari celana dalam yang terlalu ketat karena akan menekan otot vagina dan membuat suasana lembab yang dapat memicu penumbuhan jamur.
3)      Jika berada di toilet umum sebaiknya menggunakan air yang mengalir. Karena kemungkjnan air yang berada di tempat penampungan mengandung bakteri dan jamur.
4)      Hindari penggunaan pantyliner secara terus menerus karena dapat menyebabkan iritasi. Gunakan pantyliner hanya saat mengalami keputihan saja.
5)      Pada saat menstruasi, gunakan pembalut dengan permukaan lembut dan kering sehingga tak menimbulkan iritasi. Selain itu gamilah pembalut sesering mungkin minimal 5-6 jam sekali karena darah yang tenampung pada pembalut bias menjadi media tumbuhnya kuman.
6)      Hindari penggunaan cairan khusus pembersih organ intim secara rutin karena akan mengganggu keseimbangan pH dalam vagina. Bila terlalu sering dipakai. justru akan membunuh bakteri baik dalam vagina, yang selanjutnya akan memicu tumbuhnya jamur. Akibatnya, muncul gatal gatal di area organ imim.
7)      Cukur rambut kemaluan secara berkala.
8)      Hindari stres berlebihan dan beralihlah ke gaya hidup aktif dengan teratur berolahraga dan konsumsi makanan bergizi seimbang.
Memelihara organ reproduksi pria:
1)      Menggunakan celana dalam yang bersih, tidak terlalu ketat dan berbahan menyerap keringat. Ganti celanan dalam minimal dua kali sehari. Celana dalam yang lidak higienis atau kotor terkena keringat dan daki, serta lembab, akan memudahkan bakleri berkembang biak yang bisa mengundang penyakit, bau tidak sedap, biang keringat, dan lain lain.
2)      Mencukur rambul kemaluan secara berkala untuk menjaga tetap pendek agar tidak banyak dilumbuhi bakteri. Di samping itu, ada bakteri baik yang tumbuh di rambut sekitar kemaluan sehingga tidak baik untuk dicukur habis.
3)      Menggunakan air bersih untuk membilas alat keiamin sesudah buang air.
4)      Pria penting unluk melakukan sunat, untuk mencegah penumpukan kotoran pada lipatan luar penis.
5)      Hindari cahaya seperti sinar x romgen. karena alat kelamin cukup sensitive sehingga perlu waspada untuk tidak sering melakukan rontgen. Hindari pula makanan. minuman dan kebiasaan yang merusak kesehatan alat reproduksi sepeni minum minuman mengandung alkohol, merokok, menggunakan narkoba, dan sebagainya.
6)      Jaga kelembaban. Sperma akan menurun kualitasnya pada saat berada pada Iingkungan panas. Oleh sebab itu hindarilah menggunakan pakaian yang ketat yang berbahan panas kurang ventilasi, serta jauhi kebiasaan yang meningkatkan suhu alat kelamin seperti memangku laptop di paha dekat alat kelamin.


D.    Pubertas dan Seksualitas
Pubertas merupakan suatu tahap dalam perkembangan, dimana seorang individu yang belum dewasa akan mendapatkan ciri ciri fisik dan sifat yang memungkinkannya umuk mampu bereproduksi. Anak perempuan biasanya memasuki pubertas dua sampai dua setengah tahun lebih awal dibandingkan laki laki yaitu sekitar usia delapan sampai tiga belas tahun. Bagi anak laki laki. begitu pubertas dimulai mereka terus tumbuh dan berkembang lama setelah anak perempuan berhenti. Itulah sebabnya kebanyakan orang dewasa laki laki lebih tinggi dari kebanyakan orang dewasa perempuan.
- Ciri primer
Pubertas pada perempuan ditandai dengan menstruasi. Menstruasi pertama disebut menarche. Menstruasi terjadi sekitar 14 hari setelah ovulasi yaitu saat lapisan endometrium terlepas dari uterus. Pubertas pada laki laki yaitu ketika organ reproduksinya mulai mampu memproduksi androgen (hormone seks laki laki) hormone yang utama yaitu testosterone. Tanda remaja laki laki yang sudah pubertas yaitu dengan mengalarni mimpi basah. Mimpi basah merupakan peristiwa alami keluarnya cairan dari organ reproduksinya.
- Ciri sekunder
Remaja perempuan yang mengalami pubertas yaitu:
1.      Sel sel lemak didistribusikan ke seluruh tubuh
2.      Payudara mulai menonjol
3.      Pinggul, paha, pantat mulai membesar
4.      Rambut halus mulai tumbuh di area ketiak dan sekitar alat kelamin
5.      Muka cenderung tumbuh jerawat
6.      Kulit menjadi lebih halus karena distribusi lemak
Remaja laki laki yang mengalami pubertas yaitu:
1.      Penis, testis. dan skrotum mulai membesar
2.      Rambut tumbuh pada ketiak, sekitar alat kelamin, dan pada bagian wajah tenentu
3.      Suara memberat. tumbuh jakun
4.      Betis memanjang
5.      Pinggul menyempit
Masa puber anak laki laki biasanya dimulai pada usia 13-14 tahun dan anak perempuan pada usia 11-12 tahun. Batasan umur ini tidak mutlak tergantung beberapa faktor antara lain gizi, kesehatan, lingkungan keluarga, dll.

E.     Kehamilan
Kehamilan diawali dengan fenilisasi. Implantasi (penempelan embrio di uterus) tetjadisekjtar 7-10 hari setelah ovulasi. Kehamilan pada manusia berlangsung rata rata 266 hari (38 minggu) dan' permulaan siklus menstruasi terakhir.
Kelahiran terjadi melalui serangkaian kontraksi uterus yang kuat dan berirama. Tahap penama adalah pembukaan dan pemipihan serviks, yang berakhir dengan pembukaan serviks sempuma. Tahap kedua adalah pengeluaran bayi. Tahap akhir adalah keluamya plasenta setelah bayi keluar dengan sempuma.
Umur yang baik untuk hamil adalah antara 16 40 Lahun karena merupakan salah satu faktor penting dalam kehamilan. Umur ibu yang masih terlalu muda (remaja) dianggap beresiko dalam kehamilan karena alat reproduksinya masih terlalu muda. Sedangkan jika umur ibu hamil lebih dari 40 juga termasuk dalam kelompok resiko tinggi dikarenakan pada umur 40 tahun fungsi organ reproduksi sudah mengalami penurunan sehingga dikhawatirkan kehamilan dapat mengancam kondisi fiSik ibu sehingga tidak dianjurkan hamil pada usia terlalu dini atau terlalu tua.


















SATUAN ACARA PENDIDIKAN KESEHATAN

Topik               : Kesehatan Reproduksi Remaja 2
Sasaran            : Anggota Karang Taruna Fortuna Desa Wringinanom
Hari/Tanggal   :      April 2017
Waktu                         : 45 menit
I.          Tujuan Instruksional umum
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan siswa diharapkan mengetahui tentang kesehatan reproduksi
II.       Tujuan Instruksional Khusus Setelah diberikan penyuluhan diharapkan pesena mampu :
1.      Mengetahui faktor yang mendorong seksual pranikah
2.      Menyebutkan akibat yang dapat ditimbulkan oleh seks pranikah
3.      Mengetahui cara mengendalikan dorongan seks
4.      Mengetahui macam macam penyakit menular seksual
III.    Materi
1.      Akibat seks pranikah
2.      Cara mengendalikan dorongan seksual
3.      Macam macam penyakit menular seksual
IV.    Metode
1.      Ceramah
2.      Mengisi kuesioner
3.      Tanya jawab
V.       Media
1.      Power point
2.      Booklet
VI.    Pengorganisasian
Penyaji   : Ahmad Diyan Wicahyo
Moderator          : Ach Humaidi
Fasilitator           : Hagi K
Job Description
1.      Moderator             : Mengarahkan jalannya acara
2.      Penyaji      : Menyampaikan materi penyuluhan
3.      Fasilitator : Membantu mengarahkan peserta untuk mengisi kuesioner sesuai petunjuk dan mengikuti acara pendidikan kesehatan dengan baik

VII. Kegiatan Penyuluhan
NO
WAKTU
KEGIATAN PENYULUHAN
KEGIATAN PESERTA
1
5 menit
Pembukaan
a)      Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam
b)      Memperkenalkan diri
c)      Menjelaskan dari penyuluhan
d)     Menyebutkan materi yang akan diberikan
e)      Menyampaikan kontrak waktu
Mendengarkan pembukaan yang disampaikan oleh moderator
2
30 menit
Pelaksanaan
Penyampaian materi ileh permateri :
a)      Menjelaskan tentang factor yang mendorong seks pranikah
b)      Menjelaskan proses kehamilan dan aborsi
c)      Menjeaskan cara mengendalikan dorongan seksual
d)     Menjelaskan macam-macam penyakit menular seksual
Mendengarkan dan memberikan umpan balik terhadap materi yang disampaikan
3
5 menit
Tanya jawab
Memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya tentang materi yang kurang dipahami
Mengajukan pertanyaan
4
5 menit
Evaluasi
Menanyakan kembali kepada peserta tentang materi yang telah diberikan dan memberikan reinforcement kepada peserta yang dapat menjawab pertanyaan
Menjawab pertanyaan

VIII.   Kriteria Evaluasi
1.      Evaluasi Struktur
a)      Peserta hadir ditempat penyuluhan
b)      Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di ruang kelas VII SMP Islam Ruhama Ciputat
2.      Evaluasi Proses
a)      Pesena antusias terhadap maten' penyuluhan
b)      Peserta mengajukan penanyaan dan menjawab penanyaan secara benar
3.      Evaluasi Hasil
Setelah penyuluhan diharapkan sekitar 90% peserta penyuluhan mampu mengerti dan memahami penyuluhan yang diberikan sesuai dengan tujuan khusus.









Pendidikan Reproduksi Remaja (2)
A.    Seksual pranikah
Seksualitas adalah segala sesuatu yang menyangkut sikap dan perilaku seksual maupun orientasi seksual.
Seks pranikah adalah hubungan seksual yang dilakukan oleh laki laki dan perempuan tanpa adanya ikatan pernikahan.
Penyebab terjadinya seks pranikah:
1)      Pengaruh teman sebaya
Teman adalah bagian dari komunitas sosia] yang turut membentuk perkembangan pribadi seseorang, setelah komunitas dan keluarga. Proses pembentukan tersebut terjadi melalui proses yang sangat alamiah, yakni interaksi amarindividu dalam komunitas soasialnya yang di dalamnya terdapat komunikasi.
2)      Krisis kasih sayang orang tua
Cinta dan rasa hormat atas dasar timbal balik antara orang tua dan anak merupakan kunci terbaik dalam menghadapi seluruh pengaruh negatif.
3)      Kurangnya pedoman orang tua
Sikap, keteladanan serta perilaku orang tua adalah hal yang sangat berpengaruh terhadap anak. Hal panting yang perlu diperhatikan bagi orang tua adalah memberikan informasi seluas luasnya terhadap anak, dengan catatan, membimbing mereka dalam menerima segala akses informasi yang masuk dan menyenakanherbagai dampak yang timbul dari beberapa informasi tersebut.
4)      Pengaruh media masa
Tayangan-tayangan yang didalamnya pesan-pesan pornografi dapat mempengaruhi kondisi seksual seseorang, yakni aktifnya hormon melatonin, yaitu hormon yang berasal dari kelenjar pineal di olak.yaitu kelenjar yang dapat memicu pubenas dan mempengaruhi siklus reproduksi dan kondisi seksual seseorang.
5)      Cinta adalah seks = pacaran yang kebablasan
Seks pranikah banyak dilakukan oleh orang yang berpacaran. Mereka sering berasumsi bahwa cinta sama dengan seks.

B.     Akibat yang Ditimbulkan dari Seksual Pranikah
1)      Hamil yang tidak dikehendaki
Merupakan akibat dari perilaku sesual remaja. Anggapan anggapan yang keliru seperti: melakukan hubungan seks penama kali, atau hubungan seks jarang dilakukan, atau perempuan masih muda usianya, atau bila hubungan seks dilakukan sebelum dan sesudah menstruasi, atau bila menggunakan teknik senggama terputus, kehamilan tidak akan terjadi adalah pencetus semakjn banyaknya kasus kehamilan yang tidak dikehendaki.
2)      Kemungkinan pengguguran kandungan (aborsi) yang sebenarnya mempunyai resiko tinggi terhadap keselamatan yang melakukan aborsi
3)      Putus sekolah

4)      Penyakil menular seksual (PMS) HIV/AIDS
Seringkali remaja melakukan hubungan seks yang tidak aman. Kebiasaan berganti ganti pasangan dan melakukan anal seks menyebabkan remaja semakin rentan untuk tenular HIV/PMS, sepenisivilis, gonore. herpes, klamidia. dan AIDS.
5)      Psikologis
Selelah kehamilan terjadi. pihak perempuan adalah korban utama dalam masalah ini. Perasaan bingung, cemas, malu, dan bersalah yang dialami remaja setelah mengetahui kehamilannya bercampur dengan perasaan depmsi. pesimis terhadap masa depan, dan kadang disenai rasa benci dan marah balk pada diri sendirlalaupun kepada pasangan. dan kepada nasib membuat kondisi sehat secara flsik, sosial, dan mental yang berhubungan dengan system, fungsi, dan proses reproduksi remaja tidak terpenuhi.
6)      Persepsi masyarakat yang negatif terhadap remaja yang hamil sebelum menikah

C.    Cara Mencegah Seks Pranikah
1)      Pelihara penumbuhan psikoseksual yang normal sejak kecil.
2)      Tumbuhkan identitas sendiri yang benaI untuk masingmasing jenis kelamin.
3)      Tanamkan nilai nilai luhur, norma norma susila, moral dan ajaran agama, agar kelak tumbuh kemampuan mengendalikan diri dalam menghadapi rangsangan seksual.
4)      Hindari kontak dengan benda benda pornografi.
5)      Bila berpacaran jangan biarkan tenggelam dalam rangsangan seks yang menggoda
6)      Bila berpacaran jangan biarkan eroticzone dirangsang
7)      Saling mengingalkan bahaya seks bebas, jika ada teman yang berada dalam situasi yang menjurus pada hubungan seksual pranikah
8)      Ciptakan kelompok yang mampu saling menahan dorongan seks.
9)      Peran serta masyarakat untuk saling mengawasi adanya peluang lerjadinya hubungan seks pranikah
10)  Wanna harus berani mengatakan “tidak” sekallpun dengan pacar atau tunangan apabila menjurus pada hubungan seks pranikah.
11)  Mendekatkan diri kepada Tuhan dan berdo’a
12)  Orang berperan dalam memberikan perhatian dan kasih sayang yang tercurah melalui komunikasi dua arah dengan cara persuasive dan memperlakukan remaja sebagai sahabat di rumah.

D.    Penyakit Menular Seksual
Penyakit menular seksual dikenal juga dengan istilah infeksi menular seksual digunakan untuk sejumlah infeksi tenentu yang dilularkanmelakui kontak seksual. Ada beberapa jenis penyakit menular seksual, antara lain (Manuaba, 2009):
1)      Gonore, penyebabnya adalah bakteri Neissen‘agonorhoeae. Masa inkubasi 2-10 hari setelah bakten' masuk ke dalam tubuh. Tanda tandapenyakitnya adalah nyeri. merah, bengkak. dan nanah pada alat kelamin. Dapat mengakibatkan kemandulan maupun radang pinggul. 
sipilis.jpg
2)      Sifilis (raja singa), penyebabnya adalah parasit Treponemapallidum. Masa inkubasi tanpa gejala berlangsung 3-4 minggu, hingga 13 minggu timbul benjolan di sekitar alat kelamin. Pada 5-10 tahun penyakit ini akan menyerang susunan saraf pusat, pembuluh darah, dan jantung. Pada perempuan hamil, sifilis ditularkan pada bayi akan lahir dengan kerusakan hati, kerusakan kulit, dan keterbelakanga mental.
sipilis pada wanita dan pria.jpg
3)      Herpes genital, disebabkan oleh virus Herpes simplex dengan masa inkubasi 4-7 hari setelah virus masuk kedalam tubuh. Gejala yang timbul: timbul bintil binu'l berair yang sangat nyeri di sekitar alat kelamin,
4)      Klamidia, disebabkan oleh Chlamidiatrachomatix. Masa tanpa gejala berlangsung 7 21 hari. Gejalanya adalah timbul peradangan pada organ genital luar baik laki laki maupun perempuan. Pada perempuan maupun laki laki infeksi ini akan berakibat kemandulan, dan radang saluran kencing.
5)      Trikomoniasis, disebabkan oleh parasit Trichomonasvaginalis (protozoa). Gejalanya adalah cairan vagina encer, berwarna kuning kehijauan, berbusa, dan bau busuk. Vulva menjadi bengkak. merah, gatal, dan rasa tidak nyaman. Nyeri saat buang air kecil.

6)      Kandidiasis vagina, merupakan keputihan yang disebabkan oleh jamur Candida albicans. Pada saat normal, jamur ini memang terdapat di kuli! maupun vagina. Tapi pada keadaan tenentu, jamur ini dapat menyebabkan kemandulan.
7)      HIV/AIDS, AIDS kepanjangan dari AcquiredImmunodeficiencySyndrome atau AcquiredImmuneDeficiencySyndrome. Penyaki! AIDS disebabkan oleh Virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang menyerang sistem kekebalan lubuh manusia, sehingga penderita AIDS menjadi rentan lerhadapberbagaj infeksi. Bahkan penyakil flu dapat menyebabkan penderita AIDS meninggal dunia.

No comments:

Post a Comment